BASIS DATA
Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo...
Nama saya Siti Nur Haliza, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, jurusan Informatika.
Halo...
Nama saya Siti Nur Haliza, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, jurusan Informatika.
Rangkuman Modul
Praktikum Basis Data
POKOK BAHASAN 1
BASIS
DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R
PENYAJIAN (TUTORIAL)
1.
Konsep Sistem
Basis Data
Basis data adalah
kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat atau
dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat
lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.
System basis data
merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. System basis data
memuat sekumpulan basis data dalam suatu system yang mungkin tidak ada hubungan
antara satu engan yang alain secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai
sebuah system yang didukung oleh komponen lainnya.
Komponen Sistem
Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System),
Basis Data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database
Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.
2.
Konsep Model Data
Model data
merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam
basis data dan bagaimana hubungan antar datav tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar
model data dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu :
1. Model Dta Berbais
Obje (Object based data model).
Meruapakan hipunan
data dan relasi yang menjelaskan hubungan logic antar data dalam suatu basis
data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity elationship
Model.
Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual data model (CDM) Merupakan
suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data erdasarkan
suatau presepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yag
mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang
dilukiskan dengan menggunakan symbol-simbol grafik tertentu.
2. Model Data
Berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini
berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang
logika antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relation model.
Model Rasional
merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logic
antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam bentuk
tabel-tabel yag terdiri atas sejumlah basis yang menunjukkkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
3. Physical Based Data
Model
Model ini
berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam bais data. Mode ini jarang
digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan
kompleksitasnya yang tinggi.
3.
Bahasa Basis Data
Bahasa yag
digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan
3 macam yaitu :
1. DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefiisikan struktur dan
kerangka dari basis data yang meliputi :
a. Membentuk basis
data, tabel, indeks.
b. Mengubah struktur
table.
c. Mengahapus basis
data, tabel atau indeks.
2. DML (Dta Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data
data yang meliputi :
a.
Menambahkan atau meyisipkan data baru ke basis data
b.
Mengelolah data yang tersimpan dalam bais data (query)
c.
Mengubah dan meghapus data dalam basis data.
3. DCL (Data Control Language) digunakan untuk prngaturan hak akses prngguna
pada basis data yang meliputi :
a. Menugaskan model
data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu
perancangan atau analis system pada saat melakukan analisis dan perancangan
basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan
direalisasikan antar data di dalamnya.
1. Komponen
ER_Diagram
Sebuah diagram ER
tersusun ats tiga komponen, yaiti entitas yang merupakan obyek dasar yang
terlibat dalam system, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas,
kerelasian antar entitas menunjukkan yang terjadi diantara dua entitas.
a. Entitas (Entity)
Entitas
menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam system. Obyek dasar dapat
berupa orang, benda atau halyang keterangannya perlu disimpan di dalam basis
data. Macam-macam Entitas :
· Entitas Reguler
Entitas ini
disebut dengan juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini
tidak tergantung pada entitas yang lain.
Contoh :
Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.
· Entitas dependen
Entitas ini
disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weal entitas) atau
entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai
acuannya (entitas regular).
· Entitas suoer type
atau sub type
Entitas super type merupakan entitas yanga lebih
rendah yiatu entitas yag menjadi entitas bagian darai entita lain.
Contoh : Entitas
karyawan_tetap dan karyawan_tidak_tetap
b. Atribut
(Attribute)
Merupakan
keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke
dalam dataase. Attribute berfungsi sebagai penelas pada sebuah entitas. Contoh
: mahaiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir,
tanggal_lagir, dsb.
Atribut pada
sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
· Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut
berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada
entitas mahsiswa adalah tahun mausk = 2013
· Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika
atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
Contoh : pada
entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai
tanggal, bulan, tahun.
c. Kerelsian antar
entiatas (Entity Relationship)
Mendefinisikan
hubungan antara 2buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi menjadi 3
sebagai berikut :
1. Kerelasian jenis suatu ke satu (one to one),
kerelasian terjais jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas
yangberhubunhan hanya memungkinkan terjaid sebuah kejadian atau transaksi pada
kedua entitas.
Gambar 1.1 Relasi satu ke
satu
Dimana setiap
tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada
entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan
dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
2. Kerelasian banyak
ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi
jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya
memungkinkan terjadi satu kali dalm entitas pertama dan dapat terjadi lebih
dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.
· Satu ke banyak
(one to many)
Dimana satu tupel
pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi
tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada enttal B berhubungan dengan paling
banyak satu tupel pada entitas A.
Gambar 1.2 Relasi satu ke
banyak
· Banyak ke satu
(many to one)
Dimana setiap
tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada
entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel entitas A berhubungan
dengan paling banyak satu tupel pada entitas B.
Gambar 1.3 Relasi banyak ke
Satu
3. Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau
transaksi di antara dua entitas ynag berhubungan memungkinkan terjadi lebih
dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua.
Gamabr 1.4 Relasi banyak ke
banyak
Dimana setiap tupel pada entita A dapat berhubungan
dengan banyak tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap
tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.
2. Langkah-langkah
Membuat diagram ER_Diagram
Untuk membuat
ER_Diagram secara lengkap apat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut :
· Identifikasikan
setiap entitas yag terlibat.
· Lengkapi
masing-masig entitas dengan atribut yag sesuai.
· Tentukan primary
key dari masing-masing entitas.
· Identifikasikan
setiap kerelasian berikut jenisnya ynag terjadi di antara entitas dengan
membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.
· Gambarkan
simbil-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan
tidak bertabrakan/
· Cek ER_Diagram
yang terbentuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut,
kelngkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.
POKOK BAHASAN 2
STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)
PENYAJIAN
(TUTORIAL)
A. SQL
(Structured Query Language)
SQL merupakan suau Bahasa (language) standar
menurut ANSI (American National Standard Institute) yang digunkan untuk
mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada system R (sebuah proyek
riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada
berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe SQL dapat digunakan baik
secara berdiri maupun dilekatkan pada bahsa-bahasa lain seperti C dan Delphi.
SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MuSQL
dan Informix.
B. Elemen
SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe
data, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.
a.
Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu
tindakan kepada DBMS (Database Management
System). SQL memiliki kirakira 30 pernyataan. Beberapa pernyatan dasar SQL
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1 Pernyataan SQL
Pernyataan
|
Keterangan
|
CREATE
|
Menciptakan basis data, tabel atau indeks
|
ALTER
|
Mengubah struktur tabel
|
DROP
|
Menghapus basis data, taebel atau indeks
|
COMMIT
|
Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data
|
ROLLBACK
|
Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu
intraksi gagal dilaksanakan.
|
INSERT
|
Menambahkan sebuah baris tabel
|
UPDATE
|
Mengubah nilai pada sebuah baris
|
SELECt
|
Memilih baris
dan kolom pada tabel
|
DELETE
|
Menghapus baris pada tabel
|
GRANT
|
Menugaskan hak terhadap basis data kepada
pengguna atau grup pengguna
|
REVOKE
|
Membatalkan hak terhadap basis data
|
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya
masing-masing yaitu :
a.
Data
Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan
menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b.
Data
Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan
mengguakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c.
Data Control
Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan
perintah : GRANT, REVOKE.
Gambar 2.1 komponen SQL
b.
Nama
Nama
digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel,
kolom dan pengguna.
c.
Tipe Data
Setiap
data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :
Tabel 2.2 Tipe Data untuk numerik
Tipe
|
Keterangan
|
Range
Nilai
|
TINYINT
|
Nilai integer yang sangat kecil
|
Signed : -128 s.d. 127
Unsigned : 0 s.d. 255
|
SMALLINT
|
Nilai integer yang kecil
|
Signed : -32768 s.d. 32767
Unsigned : 0 s.d. 65535
|
MEDIUMINT
|
Integer dengan nilai medium
|
Signed : -8388608 s.d. 8388607
Unsigned : 0 s.d. 16777215
|
INT
|
Integer dengan nilai standar
|
Signed : -2147483648 s.d. 2147483647
Unsigned : 0 s.d. 4294967295
|
BEGINT
|
Integer dengan nilai besar
|
Signed : -9223372036854775808 s.d.
9223372036854775807
Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615
|
FLOAT
|
Bilangan desimal dengan single-precission
|
Minimum ± 1.175494351e-38
Maksimum ± 3.402823466e+38
|
DOUBLE
|
Bilangan decimal dengan double-precission
|
Minimum ± 2.2205738585072014e-308
Maksimum ± 1.7976931348623457e+308
|
DECIMAL(M,D)
|
Bilangan float (decimal) yang dinyatakan sebagai
string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom N adalah jumlah
digit dibelakan koma
|
Tergantung pada nilai M dan D
|
Keterangan :
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data
numerik
-
Signed : Data
yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negative dan positif.
-
Unsigned :
Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negative (>=0). Tipe data
float tidak dapat dinyatakan dengan unsigned.
Tabel 2.3 Tipe data
string atau karakter
Tipe
|
Keterangan
|
Ukuran
Maksimum
|
CHAR(n)
|
String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu
n
|
1 M byte
|
VARCHAR(n)
|
String karakter dengan panjang yang tidak tetap,
maksimum n.
|
1 M byte
|
TINYBLOB
|
BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil
|
2^8-1 byte
|
BLOB
|
BLOB berukuran kecil
|
2^16-1 byte
|
MEDIUMBLOB
|
BLOB berukuran sedang
|
2^24-1 byte
|
LONGBLOB
|
BLOB berukuran besar
|
2³²-1 bayte
|
TINYTEXT
|
String text yang sangat kecil
|
2^8-1 byte
|
TEXT
|
String text berukuran kecil
|
2^16-1 byte
|
MEDIUMTEXT
|
String text berukuran medium (sedang)
|
2^24-1 byte
|
LONGTEXT
|
String text berukuran besar
|
2³²-1 byte
|
ENUM
|
Enumerasi, kolom dapat diisi dengan atu ember
enumerasi
|
65535 anggota
|
SET
|
Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai
anggota himpunan.
|
64 anggota himpunan
|
Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam
Tipe
|
Range
|
Format
|
DATE
|
“1000-01-01” s.d. “9999-12-31”
|
“0000-00-00”
|
TIME
|
“-832:59:59” s.d. “838:59:59”
|
“00:00:00”
|
DATETIME
|
“1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59”
|
“0000-00-00 00:00:00”
|
d.
Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak
berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi
menjadi 2 :
1.
Konstanta
bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2.
Konstanta
bertipe karakter : “Teknik Informatika”
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh
tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan decimal adalah berupa
tanda titik.
e.
Operator
Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk
memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi
aritmatika :
Tabel 2.5 Simbol Ekspresi Aritmatika
Symbol
|
Keterangan
|
*
|
Perkalian
|
/
|
Pembagian
|
+
|
Penjumlahan
|
-
|
Pengurangan
|
%
|
Sisa pembagian
|
f.
Operator
Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk
membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi
digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan
informasi dengan kriteria tertentu.
Simbol-simbol yang dapat digunakan papa operator relasi
:
Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi
Simbol
|
Keterangan
|
=
|
Sama dengan
|
>
|
Lebih besar
|
<
|
Lebih kecil
|
>=
|
Lebih besar atau sama dengan
|
<=
|
Lebih kecil atau sama dengan
|
<>
|
Tidak sama dengan
|
g.
Operator
Logika
Oprator logika ada 3 yaitu OR, AND, dan NOT
Tabel 2.7 Operator Logika
Simbol
|
Keterangan
|
NOT atau !
|
Sebagai negasi atau pembalik nilai
|
OR atau ||
|
Atau
|
AND atau &&
|
Dan
|
h.
Operator
pembanding
Tabel 2.8 Operator Pembanding
Simbol
|
Keterangan
|
IS NOT NULL
|
Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not
null)
|
IS NULL
|
Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)
|
BETWEEN
|
Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai
|
IN
|
Apakah suatu nilai di dalam pilihan yang ada
|
NOT IN
|
Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan
yang ada
|
LIKE
|
Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria
tertentu
|
NOT LIKE
|
Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria
tertentu
|
i.
Aggregate
Functions (Fungsi Agregat)
Fungsi adalah sebuah program yang menghasilkan
suatu nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL,
suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistic standar
yang dikenakan pada suatu tabel atau query.
1.
SUM(ekspresi)
2.
Fungsi ini
digunkan untuk mendapatkan nilai total dari suatu kolom pada suatu tabel.
3.
AVG(ekspresi).
Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata
nilaialam suatu kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG
umunya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom
dengan tipe data numerik.
4.
COUNT(x)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record
(baris) dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang ingin
dicari jumlah barisnya.
5.
MAX
(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk menerima nilai terbesar
dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya memiliki
tie data numeruk.
6.
MIN
(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil
dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki
tipe data numerik.
65 MySQL (My Structured Query Language)
MySQL adalah Relational Database Management System
(DBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General Public
License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open
source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language).
Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah :
·
Kecepatan,
MySQL mempunyainkecepatan paling baik dibandingkan RDBMS lainnya.
·
Mudah
digunakan, perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relative mudah diingat dan
diimplementasikan karena MySQL menggunakan SQL sebagai Bahasa standar database.
·
Open source,
MySQL sudah menggunakan konsep open source, artinya siapapun dapat ikut dalam
mengembangkan MySQL dan hasil pengembangannya dipublikasikan kepada pemakai.
·
Kapabilitas,
MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan jumlah 50 juta
record, 60.000 tabel dan 50.000.000.000 juta baris.
·
Biaya murah,
pemakai dapat mengguakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal
selama menikuti konsep open source.
·
Keamanan,
MySQL menerapkan system keamanan dan hak akses secara bertingkat, termasuk
dekungan dengan keamanan data secara pengacakan lapisan data.
·
Lintas
platform, MySQL dapat dijalankan pada beberapa system operasi di antaranya
yaitu Linux, Windows, FreeBSD, Novel Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan
IBM’s IAX.
1. Instalasi
MySQL-5.0.22-WIN32 :
1.
Jalankan file
setup MySQL, yaitu mysql-5.0.22-win32.exe
maka muncul dialog instalasi sebagai berikut :
Gambar 2.2 Kotak Dialog Instalasi
2.
Pilih tombol Next kemusian muncul kotak dialog
seperti dibawah ini :
Gambar
2.3 Kotak dialog setup type
3.
Pilih Cutom, kemusian
pilih tombol Next. Kemusian tampil
dialogfitur program sebagai berikut :
Gambar
2.4 Kotak dialog Custom setup
4.
Klik tanda silang pada Developer Compenents, kemusian pilih This feature will be installed on local hard drive sebagai berikut :
Gambar
2.5 Kotak dialog select program installed
5.
Kemudian pilih tombol Change…., pada folder name ubah
menjadi c:/mysql sesuai dengan
gambar berikut :
Gambar
2.6 Kotak dialog change current destination Folder
6.
Pilih OK,
kemusian pilih tombol Next, dan
pilih tombol Install, maka proses
instalasi dimulai.
Gambar 2.7. kotak dialog Ready to install the
Program
7.
Berikutnya
muncul dialig account, pilih Skip
Sign-Up dan klok tombol Next maka
akan muncul kotak dialog sebagai berikut :
Gambar
2.8 Kotak dialog Account
8.
Klik tombol Finish
dan tombol Next maka akan muncul kotak dialog sebagai
berikut :
Gambar
2.9 Kotak dialog select a configuration type
9.
Pilih Standard
Configuration dan klik tombol Next
Gambar
2.10 Standar Configuration
10. Pilih
tombol Next, kemudian muncul gambar
berikut ini. Masukkan password yang diinginkan pada kota isian New root password dan Confirm berikut ini untk sekuritas,
misalnya umsida. Klik tombol Next.
Gambar
2.11 Kotak dialog security options
11. Klik
tombol Excute sebagai tahap akhir.
Gambar
2.12 Kotak dialog Excute
12. Klik Finish.
Gambar
2.13 Kotak dialog processing Configuration
a. Melakukan Koneksi ke MySQL :
Cara 1 :
1. Melalui DOS Prompt, masuk ke direktori utama MySQL
dengan cara sebagai berikut (yang diketik hanya yang digaris bawah) :
C:\> cd c:\appserv\mysql\bin
2.
Setelah itu ketikkan perintah berikut (yang diketik
hanya yang digaris bawah) :
C:\appserv\mysql\bin> mysql –u root
–p
maka akan diminta untuk memasukkan password, isikan password yang digunakan
pada saat instalasi, yaitu umsida.
b.
Merubah Prompt MySQL :
Rubahlah nama prompt mysql
dengan nama dan nim masing-masing mahasiswa.
Sintax :
MariaDB[(none)]> prompt prakDB/Siti_Nur_Haliza(207) >>
POKOK BAHASAN 3
DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
PENYAJIAN
(TUTORIAL)
A. Data
Definition Language (DDL)
DDl merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan
struktur dari kerangka data dan obyek basis data. Basis juga dikatakan
merupakan kelompuk perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut
basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar
tabel.
Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DDL
|
Perintah
|
Keterangan
|
|
Create Database
|
Membuat basis data
|
|
Drop Database
|
Menghapus basis data
|
|
Create Table
|
Membuat tabel
|
|
Alter Table
|
Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
|
|
Drop Table
|
Menghapus tabel dari basis data
|
|
Create Index
|
Mebuat Index
|
|
Drop Index
|
Menghapus Index
|
B. Perintah–perintah
DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data
Definition Language :
a. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase;
Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung
apasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL.
Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207) >> create database perpustakaan;
b. Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di
MySQL dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASE;
Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis
data :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> show
databases;
c.
Menghapus Database
Untuk melakukan pengahpusan terhadap basis data
yang sudah dibuat.
Syntax :
DROP DATABASE namadatabase;
Dimana :
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama
database. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama
perpustakaan :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207) >> drop database perpustakaan;
d.
Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus
megaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut
dengan perintah :
USE namadatabase;
Karena database yang sudah dibuat telah dihapus
maka buat jembali database perpustakaan.
Kemudian aktifkan database tersebut dengan perintah :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> use
perpustakaan;
e.
Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk
menyimpan record atau data. Untuk membuat tabel Syntaxnya adalah :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
…
Field TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan :
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space)
tetapi jika menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung
(nama_tabel). Field merupakan atribut pertama data TipeData1 merupakan tipe
data untuk atribut pertama. Jika igin membuat tabel dengan atribut lebih
darisatu, maka setelah pendefisinian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma
(,).
Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan
nama pengarang :
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang
varchar(5),
nama_pengarang
varchar(5));
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207) >> create table pengarang (
kode_pengarang
varchar(5),
nama_pengarang
varchar(35));
Syntax tambahan :
Maka tabel
pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat digunakan perintah :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur yang telah dibuat (dalam
tabel hal ini buku) syntaxnya adalah :
DESC namatabel;
Contoh :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> desc pengarang;
f. Mendefinisikan
null / not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field terentu
harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga
sebagai identifikasi sehingga tidak boleh kosong.
Syntax :
CREATE TABLE namatabel;
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL,
Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT NULL,
…
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Contoh :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207) >> create
table pengarang (
kode_pengarang varchar(5) not null,
nama_pengarang varchar(35) not null);
a.
Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh system untuk
suatu atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut
tidak diisi oleh pengguna. Syntax :
CREATE TABLE namatabel;
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai
);
Dimana nilai adalah nilai default dariatribut tersebut.
Contoh :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> create
table buku (
Kode_buku
varchar(5) not null,
Judul_buku
varchar(15) not null,
harga
integer default 0,
tahun_terbit
varchar(5),
kode_pengarang
varchar(5),
kode_penerbit
varchar(5));
b.
Menentukan kunci primer ( Primary Key ) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan
semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Kry di dalam database berfungsi
sebagai suatu cara unuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data
dengan tabel yang lain.
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set
minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian
spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian.
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key.
Berikut ini adalah Syntax membuat primary key untuk Field1
Cara 1 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]) NOT FULL
PRIMARY KEY,
Field TipeData2 ([lebar])
);
Cara 2 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY(Field1)
);
Cara 3:
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRANT
namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom) ;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang
dengan atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5), nama_pengarang tipe
datanya varchar(15) engan mendfinisikan nilai not null dan primary key untuk
antribut kode_pengarang :
Contoh 1 :
Mysql> ceeate table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5) not null primary key,
Nama_pengarang
varchar(15) not null);
Contoh 2 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5) not null primary key,
Nama_pengarang
varchar(15) not null
Primary
key (kode_pengarang));
Contoh 3:
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5) not null,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
penambahan primary
key :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> alter
table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang);
c.
Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah :
Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint ;
Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table :
ALTER
TABLE namatabel1 DROP PRIMARY KEY ;
Berikut ini perintah yang digunakan untuk menghapus primary key pada
tabel buku :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207) >> alter table pengarang drop primary key;
d. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan
bahwa tabel dan atribut yang dirujuk (tabel induk dari foreign key) sudah
definisikan terlebih dahul. Perintah yang digunakan sebagai berikut :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES
namatabelinduk
(namafieldinduk)
ON UPDATE CASCADE
ON
DELETE NO ACTION
)
atau
ALTER TABEL namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint
FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE
CASCADE ON DELETE NO ACTION;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel buku
beserta kolom-kolomnya :
Mysql> create tabel buku (
Kode_buku
varcahar(5) not null primary key,
Judul_buku
varchar(15) not null,
harga
integer default 0,
tahun_terbit
varchar(5),
kode_pengarang
varchar(5),
kode_penerbit
varchar(5),
Foreign
key(kode_pengarang) references pengarang (kode_pengarang) on update cascade on
delete no action);
Atau
Mysql> create table buku (
Kode_buku
varchar(5) not null primary key,
Judul_buku
varchar(15) not null,
harga
integer default 0,
tahun_terbit
varchar(5),
kode_pengarang
varchar(5),
kode_penerbit
varchar(5));
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> alter table buku add constraint fk
foreign key (kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update
cascade on delete no action;
e. Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada tabel buku :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> alter table buku drop foreign key
fk;
f.
Mengubah Struktur Tabel
Tabel
yag sudah dibuat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut
(field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel
tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE.
ü Menambah Atribut
Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
Namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya.
Field baru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe
data dari atribut yang akan ditambahka. Berikut ini perintah untuk menambah
atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam tabel buku :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> alter
table buku add keterangan varchar(25);
ü Mengubah Tipe Data
atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe ;
Dimana :
namatabel
adalaha nama table yang akan diubah tipe data atau lebar atributnya. Field
adalah atribut yang akan diubah tie data atau lebarnya. Tipe adalah tipe data
baru atau tipe data lama dengan lebaratribut yang berbeda. Berikut ini perintah
untuk mengubah tipe data untuk atribut keterangan dengan char(20) :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> alter
table buku modify column keterangan char(20);
ü Mengubah Nama
Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamafield
namabarufield tipedatanya;
Dimana :
namatabel adalah nama table yang akan diubah nama
atributnya, namalamafield adalah atribut yang akan diganti namanya,
namabarufield adalah nama baru atribut, tipedatanya adalah tipe data dari
atribut tersebut. Berikut ini perintah untuk mengubah nama atribut keterangan
menjadi ket :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> alter
table buku change column keterangan ket char(20);
ü Menghapus Atribut
(Field) Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;
Berikut
ini perintah untuk menghapus atribut ket pada table buku :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> alter
table buku drop ket;
g.
Menghapus Tabel
Table sudah dibuat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP
TABLE. Syntax sebagai berikut :
DROP TABLE namatabel;
Table yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, beriku ini untuk
menghapus table dengan nama pengarang :
prakDB/Siti_Nur_Haliza(207)
>> drop
table buku;
POKOK BAHASAN 4
DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
A. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
- Melakukan pencarian kembali data lama,
- Penyisipan data baru ke dalam tabel
- Penghapusan data
- Pengubahan data
- Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
- Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
- Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
- Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).
B. Perintah DML sebagai berikut :
a. INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel :
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom :
INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
b. UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu.
c. SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1) Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
2) Menampilkan data untuk kolom tertentu.
Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;
3) Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;
Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa WHERE selain “=” adalah : > (lebih dari), < (kurang dari), < > (tidak sama dengan), >= (lebih dari atau sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator lain, yaitu : AND, OR, NOT, BETWEEN-AND, IN dan LIKE.
4) Memberikan nama lain pada kolom
Syntax : SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;
5) Menggunakan alias untuk nama tabel
Syntax : SELECT nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel nmalias;
6) Menampilkan data lebih dari dua tabel
Syntax : SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;
7) Operator comparison ANY dan ALL
a. Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya :
Gaji > ANY (S)
Jika subquery S menghasilkan G1, G2, ..., Gn, maka kondisi di atas identik dengan :
(gaji > G1) OR (gaji > G2) OR ... OR (gaji > Gn)
Contoh : perintah untuk menampilkan semua data pengarang yang harga bukunya bukan yang terkecil:
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from buku where harga > ANY (select kode_pengarang from pengarang);
b. Operator ALL digunakan untuk melakukan perbandingan
dengan subquery. Kondisi dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika
subquery tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan
TRUE untuk setiap nilai query terhadap hasil subquery.
Contoh: perintah untuk
menampilkan data pengarang yang harganya paling tinggi:
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> select*from buku where harga >= ALL (select kode_pengarang from
pengarang);
8)
Aggregate Functions (COUNT, SUM, AVG, MIN, MAX)
a.
COUNT
Perintah yang digunakan
untuk menghitung jumlah baris suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk
menghitung jumlah baris kolom kode_buku pada tabel buku:
b.
SUM
Perintah yang digunakan
untuk menghitung jumlah nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk
menghitung jumlah nilai kolom harga pada tabel pengarang:
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> select sum(harga) from buku;

c.
AVG
Perintah yang digunakan untuk menghitung rata-rata dari
nilai suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung rata-rata dari
kolom harga pada tabel pengarang:
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select avg(harga) from
buku;
d.
MIN
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil
dari suatu kolom pada tabel.
Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terkecil dari
kolom harga pada tabel buku:
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select min(harga) from
buku;
e.
MAX
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar
dari suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terbesar
dari kolom harga pada tabel buku:
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select max(harga) from
buku;
9)
SQL dengan GROUP BY dan HAVING
Klausa GROUP BY
digunakan untuk melakukan pengelompokan data. Sebagai contoh, terdapat tabel
buku dengan data sebagai berikut :
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> select*from buku;
akan ditampilkan hanya
kolom tahun_masuk dan digabungkan dengan SUM(jml_buku) yang dikelompokkan
berdasarkan kolom tahun_masuk pada tabel buku :
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> select sum(harga) from buku group by tahun_terbit;
Klausa HAVING digunakan
untuk menentukan kondisi bagi klausa GROUP BY. Kelompok yang memenuhi HAVING
saja yang akan dihasilkan.
10)
ORDER BY
Klausa ORDER BY
digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe
data yang dimiliki. Contoh : perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan
kolom judul :
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> select*from buku order by judul_buku;
atau tambahkan ASC untuk pengurutan secara ascending
(menaik)
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> select*from buku order by judul_buku asc;
atau tambahkan DESC
untuk pengurutan secara descending (menurun)
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> select*from buku order by judul_buku desc;
d.
DELETE
Perintah DELETE
digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau
seluruh baris. Syntax :
DELETE FROM namatabel
[WHERE kondisi];
POKOK BAHASAN 5
QUERY DAN VIEW
A.
Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang
digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu.
Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan
beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query
juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif
dan terbatas.
- Aturan
dalam melakukan query antar tabel :
a. Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya,
dipisahkan tanda titik (.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku artinya field kode_buku dari tabel
buku.
b. Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus
disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak
mempengaruhi proses query.
Contoh : FROM buku, anggota.
c. Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.
- Jenis-jenis
join pada query :
a. Operator Cross Join
Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan
dengan perkalian kartesain. Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan
karena tidak menghasilkan nilai informasi yang efektif.
Contoh :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from buku cross
join pengarang limit 5;
b. Operator Inner Join
Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua
tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null),
dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel
sebelah kanan. Berikut ini perintah untuk menampilkan data dari tabel pengarang
dan buku dengan syarat berdasarkan kolom kode_pengarang :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from pengarang join
buku on (pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
c.
Operator
Equijoin
Equijoin adalah penggabungan antar tabel dengan
menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa WHERE
Contoh :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select buku.kode_buku,
buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang from buku,
pengarang where buku.kode_pengarang=pengarang.kode_pengarang;
d.
Operator
Self-Join
Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari
tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan self-join menggunakan alias.
Contoh :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select a.kode_buku,
b.judul_buku from buku a, buku b where a.harga='25000' and a.harga='25000';
e.
Operator
Natural Join
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi equijoin
dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.
Contoh :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select buku.kode_buku,
buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang, pengarang.nama_pengarang from buku
natural join pengarang;
Natural Join dibedakan menjadi 2 yaitu :
· Natural Left Join
Natural left join digunakan untuk menampilkan semua data
dari tabel sebelah kiri perintah natural left join beserta pasangannya dari
tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data dari sebelah kiri tidak memiliki
pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from pengarang
natural left join buku;
· Natural Right Join
Natural right join digunakan untuk menampilkan semua data
dari tabel sebelah kanan perintah natural right join beserta pasangannya dari
tabel sebelah kiri. Meskipun terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki
pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from pengarang
natural right join buku;
- UNION,
INTERSECT dan EXCEPT
1. UNION
UNION merupakan operator yang digunakan untuk
menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom
dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select tahun_terbit from
buku where tahun_terbit='2003' or tahun_terbit='2004';
2.
INTERSECT
INTERSECT merupakan operator yang digunakan untuk
memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah
yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah, nama dan
tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM namatabel2
3.
EXCEPT
/ Set Difference
EXCEPT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh
data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang
ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query
2 dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang
akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM namatabel2
4. Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT
EXISTS)
Subquery berarti
query di dalam query. Dengan menggunakan subquery, hasil
dari query akan menjadi bagian dari query di atasnya.
Subquery
terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery
digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query.
Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok
baris yang kemudian digunakan oleh query.
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
pengarang yang mana data pada kolom kode_pengarang-nya tercantum pada tabel
buku menggunakan IN :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from pengarang
where kode_pengarang in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan EXISTS
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from pengarang
where exists (select*from buku where
pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
Pada contoh di atas :
SELECT kode_pengarang FROM buku
disebut subquery, sedangkan :
SELECT * FROM pengarang
berkedudukan sebagai query. Perhatikan, terdapat
data jenis dan harga pada tabel pengarang yang tidak ditampilkan. Hal ini
disebabkan data pada kolom jenis tidak terdapat pada kolom jenis di tabel buku.
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
pengarang yang mana data pada kolom jenis-nya tidak tercantum pada tabel buku
menggunakan NOT IN :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from pengarang
where kode_pengarang not in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan NOT EXISTS
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from pengarang
where not exists (select*from buku where pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
B.
View
View adalah
perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga
bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query
tersebut.
Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai
berikut :
CREATE
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
C. Penggunaan view
1.
View
antar 2 tabel
Kita akan membuat view dari relasi antara tabel "buku"
dan "penerbit" untuk menampilkan data buku dan penerbitnya
dari database perpustakaan dengan nama "view_buku".
Perintahnya adalah sebagai berikut :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > create view view_buku
-> as
-> select
a.kode_buku, a.judul_buku, a.tahun_terbit, b.nama_penerbit
-> from
-> buku a
join penerbit b;
Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah
dibuat :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from
information_schema.views where table_name='view_buku';
2. View dengan 3 tabel
Membuat view dari relasi antara tabel “buku”, “angota”
dan “peminjaman” untuk menampilkan
data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan nama "view_peminjaman".
Perintahnya adalah sebagai berikut :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > create view
view_peminjaman
-> as
-> select
a.id_peminjaman, b.kode_buku, b.judul_buku, c.kode_anggota, c.nama_anggota,
a.tanggal_pinjam, a.tanggal_kembali
-> from
peminjaman a, buku b, anggota c where a.kode_buku=b.kode_buku and
a.kode_anggota=c.kode_anggota;
Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah
dibuat :
prakDB/SitiNurHaliza(207) > select*from
information_schema.views where table_name='view_peminjaman';
POKOK BAHASAN 6
DATA CONTROL LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES USER
PENYAJIAN
(TUTORIAL)
A. Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah
dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak
berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu
data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang
justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah
yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE,
REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
B. Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22.
keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk
mengatur hak akses pemakai (user).
1.
Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru
dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses (``nama_kolom)
ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY
”nama_password” [WITH
GRANT pilihan_akses]
Atau
GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;
Dimana :
·
Hak_akses merupakan hak yang diberikan kepada
pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari
satu antar hak akses dipisahkan dengann koma (,).
·
Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses
dan diatur.
·
Pemakai, nama pemakai yang telah didaftarkan pada
sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma
(,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai
Administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para
pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> grant select on buku to siska;
Perintah diatas
digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel buku kepada user
siska sehingga user siska dapat menggunakan perintah SELECT untuk melakukan
proses query pada tabel buku.
Hak akses lebih dari
satu :
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> grant select, insert, update, delete on buku to siska, edi;
2.
Perintah
REVOKE
C. Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi
untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga
keamanan data.
Contoh :
Administrator akan
memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field
tertentu saja. Perintahnya :
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> grant select, update (kode_buku, judul_buku, tahun_terbit) on buku to edi;
D. Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak
akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES.
Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> grant all privileges on buku to siska;
Atau menggunakan
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> grant all on buku to siska;
E. Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak
akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang
menggunakan klausa WORLD. Contoh :
GRANT SELECT, INSERT ON
buku
prakDB/SitiNurHaliza(207) > grant all privileges on
pegawai.* to 'user@%' identified by 'pwd';
F. Pencabutan Hak Akses
1.
Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan
pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE.
Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau
secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses ON
nama_database FROM nama_user;
atau
REVOKE hak_akses ON namatabel FROM
nama_user;
Contoh :
Admistrator ingin
mencabut hak akses user siska, maka perintahnya :
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> revoke select on buku from siska;
Atau
prakDB/SitiNurHaliza(207)
> revoke select, insert on buku from edi;
2.
Perintah
DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
























































Komentar
Posting Komentar